Pentingnya mengembangkan dan memfasilitasi kreativitas anak usia dini

Kreativitas merupakan kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa produk atau gagasan baru yang dapat di terapkan dan memecahkan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Secara alamiah perkembangan anak berbeda-beda, baik dalam bakat, minat, kreativitas kematangan emosi, kepribadian, keadaan jasmani, dan sosialnya. Anak akan beraktifitas sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki dirinya, sangat penting dalam pengembangan kreativitas anak harus di berikan stimulasi dari mulai anak usia dini, sehingga anak akan terasa untuk berfikir kreatif, karena dengan kreativitaslah memungkinkan manusia menjadi berkualitas. Fantasi setiap anak manusia telah muncul sejak usia dini, dan akan berkembang daam rentang usia tiga sampai enam tahun. Pendidikan ank usia dini merupakan saat yanag paling penting untuk menggembangkan kreativitas, karena kreativitas merupakan manifestasi setiap individu, kegiatan kreatif tidak hanya bermanfaat bagi penggembangan pribadi dan lingkungannnya, tetapi dapat memberikan kepuasan tersendiri pada anak.
Salah satu pendekatan yang dilakukan pada anak usia dini untuk merangsang dan menggembangkan kreatvitas anak adalah dengan kegiatan bermain yang dilakukkan di lingkungannya denagn meggunakan sarana atau alat permainan edukatif dan memanfaatkan berbagi sumber belajar atau media pembelajaran yang bervariasi. Kreativitas mulai dengan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru. Biasanya seorang individu yang kreatif memiliki sifat yang mandiri. Jika ditinjau secara historis, teori yang melandasi pengembangan kreativitas dan dapat dibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu teori psikoanalisis dan teori humanistis. Teori psikoanalisis memandang bahwa pribadi kreatif di pandang sebagai orang yang pernah mengalami traumatis yang di hadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang di dasari dan tidak disadari ercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Teori psikoanalisis di pelopori oleh Freud, Erns Kris, dan Carl Jung. Sedangkan teori humanistis ini melihat bahwa kreativitas adalah sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikirannya. Mereka mempertahankan sikap bermain dalam kehidupannya. 
Adapun ciri-ciri keratifitas dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ciri-ciri kreatifitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif atau berpikir devergen ialah kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, ciri lainnya yaitu, ciri-ciri yang afektif dan kreativitas. Ciri-ciri kreatifitas yang di kemukakan oleh Munandar (2004:113) yaitu : (a) mempunyai daya imajinasi yang kuat, (b) mempunyai inisiatif, (c) mempunyai minat yang sangat luas, (d) mermpunyai kebebasan dalam berpikir, (e) bersifat ingin tahu, (f) selalu ingn mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baru, (g) mempunyai kepercayaan diri yang kuat, (h) penuh semangat, (i) berani mengambil resiko, (j) berani berpendapat dan memiliki keyakinan yang sangat kuat. Kreatvitas merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat di kembangkan. 
Semenjak bayi, anak manusia di karuniai oleh allah kemampuan untuk mempelajari sesuatu, dan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan usianya. Bersamaan dengan itu minat dan kreativitas juga mulai berkembang secara perlahan. Dalam menumbuhkan jiwa kreatif anak usia dini diperlukan pendidikan dan lingkungan yang dapat memperhatikan sifat alami anak dan juga menunjang tumbuhnya kreativitas. Dalam pengembangan kreativitas anak usia dini dalam pembeljaran, antara lain pembelajarannya harus menyenangkan, bermain sambil belajar, interaktif, memadukan pembelajaran dengan perkembangan, dan belajar dalam konteks yang nyata. Kreativitas merupakan upaya menghadirkan suatu gagasan baru. Ktreativitas sebuah proses yang harus di tingkatkan dan dikembangkan.
Untuk menjadi kreatif, kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa sehingga anak akan mendapatkan waktu sedikit saat mereka bermain, sarana untuk bermain harus disediakan karena merupakan unsur yang sangat penting dari semua kreatifitas. Untuk menjadi kreatif mereka harus terbebas dari ejekan dan kritik yang sering di lotarkan pada anak yang kurang kreatif, selain itu lingkungn rumah atau sekolah harus merangsang kreativitas. Ini harus dilakukan sejak dini atau sejak masa bayi hingga saat memasuki pra sekolah. Menjadi kreatif dapat membuat hidup lebih nyaman dan menyenangka di banding dengan orang yang terjebak dalam hidup yang monoton dan membosankan. Makin banyak pengetahuan yang di peroleh anak maka semakin besar untuk mencapai hasil yang kreatif. Dalam mengembangkan kreativitas seorang bisa saja mengalami berbagai hambatan atau kendala dan rintangan yang dapat merusak dan bahkan mematikan kreativitasnya. 
Pada dasarnya setiap orang memiliki kecenderungan berbakat dalam kreativitas dan memilki kemampuan mengungkapkan dirinya secara kreatif, meskipun dalam setiap orang tersebut dalam bidang dan kadar yang berbeda-beda sesuai dengan potensi yang dimilikinya masing-masing. Salah satu upaya menggembangkan kreatifitas anak usia dini adalah memberikan stimulus yang baik dan tepat, seperti halnya pembelajaran dengan bemain atau disebut belajar sambil bermain. Dimana setiap materi di kemas dalam bentuk permainan. Permainan termasuk kegiatan yang menyenangkan di dunia anak.banyak sekali manfaat yang peroleh anak saat ia sedang bermain seperti bisa meningkatkan kognitig anak dan mendapatkan pengetahuan yang belum pernah mereka ketahui, sehingga anak akan berpikir kreatif untuk memasuki lingkungan bermainnya serta juga akan menciptakan suatu karya yang unik dan khas dengan pemikirannya, maka itulah yang dimaksud dengan kreatifitas. Seorang pendidik yang kreatif dalam merancang permainan anak, maka ia akan memberikan alat permainan yang memenuhi syarat dari segi estetika mapun manfaatnya dalam kehidupan yang akan di hadapi anak pada masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kreativitas menjadi aspek penting yang harus di kembangkan pada setiap anak usia dini, karena tidak adaa satu pun anak di dunia ini yang tidak mempunyai kreativitas, hanya saja tingkat kemampuan kreatif mereka yang berbeda-beda. Dalam ada itu, pengembangan kreativitas anaka usia dini akan menjadi dasar bagi pengembangan aspek-aspek lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kreativitas anak usia dini adaah dengan memperkenalkan dan mengakrabkan mereka pada alam sekitarnya, melalaui alam seorang anak dapat di perkenalkan dengan pola kreatif, yang akan melatih dan membiasakan anak menjadi manusia yang kreatif. Pengembangan kreativitas anak usia dini tersebut antara lain, dapat di lakukan melalui karya nyata, imajinasi, eksplorasi, eksperimen, proyek, bahasa, dan musik. Adapun karakteristik guru sebagai pengembang kreativitas yaitu setiap guru harus kreatif dan menyukai sebuah tantangan, guru harus menghargai karya anak, guru sebagai motivator, dan mampu mengemangkan potensi pada anak. 
Menjadi pribadi kreatif tidaklah didapat dengan tiba-tiba ketika seorang telah dewasa dan dihadapkan pada aneka permasalahan. Kreativitas memerlukan proses. Ibarat tanaman, kreativitas pun perlu di pupuk, di siram dan di rawat agar bisa tumbuh subur. Disini lah peran orang tua dan pendidik untuk membantu anak-anak mengoptimalkan potensi kreatifnya sejak dini. Kreativitas anak dapat dikembangkan melalui bermain karena bila diimbangi dengan bermain anak dapat belajar mengendalikan dirinya sendiri, memahami kehidupan, memahami dunianya sendiri. Jadi bermain merupakan cermin perkembangan anak. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang. Didalam keluarga, di sekolah, di dalam lingkungan pekerjaan maupun di dalam masyarakat harus ada penghargaan dan dukungan terhadap sikap dan perilaku kreatif individu atau kelompok individu.




Mulyasa. 2012. Manajemen Paud. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana Prenadamedia. 
Jurnal Al-Ta’dib Vol. 9 No. 1 Januari-Juni 2016 Kreativitas pendidik di lembaga PAUD oleh La Ode Anhusadar  

Komentar